Jakarta -. 16 Agustus 1945 ditandai dengan terjadinya peristiwa Rengasdengklok hingga penyusunan naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Rangkaian peristiwa ini dipicu oleh menyerahnya Jepang pada Sekutu usai Hiroshima dan Nagasaki dibom. Peristiwa Rengasdengklok adalah peristiwa golongan pemuda membawa Soekarno dan Moh Hatta ke luar kota Peristiwa Rengasdengklok adalah peristiwa yang dilakukan oleh golongan muda Indonesia, yang dipimpin oleh Chairul Saleh, dengan menculik Soekarno dan Hatta, dua tokoh utama PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia), sebuah badan yang dibentuk oleh Jepang untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Tujuan dari penculikan ini adalah untuk Sehingga bagi golongan muda, Rengasdengklok menjadi tempat yang dianggap aman buat Sukarno-Hatta. Menurut Setiadi Kartohadikusumo, dalam buku PETA: Tentara Sukarela Pembela Tanah Air (1996:132), di Rengasdengklok, "kalau terjadi apa-apa dengan mudah dapat dikuasai oleh tentara PETA (yang satu kubu dengan para golongan muda) sehingga keamanan Menyerah kepada sekutu. Aku harus cepat-cepat memberitahu kepada Soekarno dan Hatta." Sekitar pukul 14.00 sore, tanggal 14 agustus 1945 Syahrir sudah menunggu dirumah Hatta. 1 jam kemudian Hatta pun tiba di rumahnya. Bung Hatta : "Syahrir ada apa ?" Syahrir : "Ada yang ingin ku sampaikan, ini sangat penting." Sejarah tentang peristiwa Rengasdengklok 16 Agustus 1945 sebelum proklamasi berlangsung. Halaman all. Sementara Sayuti Melik mengetik naskah akhir proklamasi dengan beberapa penyesuaian. Hingga akhirnya proklamasi kemerdekaan Indonesia dibacakan di rumah Ir.Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur No 56 Jakarta pada pukul 10.00 WIB. BPqw8.

naskah drama peristiwa rengasdengklok